BAB 4 Pemuda dan Sosialisasi

· ISD
Authors

Nama : Sisca Ellia

NPM  : 16111783

Kelas : 1KA32

1. Tuliskan bagaimana caranya mengembangkan potensi generasi muda ?

Jawab :

Generasi muda merupakan generasi penerus perjuangan bangsa dan sumber daya insani bagi pembangunan nasional, diharapkan mampu memikul tugas dan tanggung jawab untuk kelestarian kehidupan bangsa dan negara. Untuk itu generasi muda perlu mendapatkan perhatian khusus dan kesempatan yang seluas-luasnya untuk dapat tumbuh dan berkembang secara wajar baik jasmani, rohani maupun sosialnya. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, terdapat generasi muda yang menyandang permasalahan sosial seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan obat dan narkotika, anak jalanan dan sebagainya baik yang disebabkan oleh faktor dari dalam dirinya (internal) maupun dari luar dirinya (eksternal).

Oleh karena itu perlu adanya upaya, program dan kegiatan yang secara terus menerus melibatkan peran serta semua pihak baik keluarga, lembaga pendidikan, organisasi pemuda, masyarakat dan terutama generasi muda itu sendiri. Arah kebijakan pembinaan generasi muda dalam pembangunan nasional menggariskan bahwa pembinaan perlu dilakukan dengan mengembangkan suasana kepemudaan yang sehat dan tanggap terhadap pembangunan masa depan, sehingga akan meningkatkan pemuda yang berdaya guna dan berhasil guna.

Dalam hubungan itu perlu dimantapkan fungsi dan peranan wadah kepemudaan seperti KNPI, Pramuka, Karang Taruna, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Organisasi Mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi dan organisasi fungsional pemuda lainnya. Dalam kebijakan tersebut terlihat bahwa KARANG TARUNA secara ekslpisit merupakan wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda yang bertujuan untuk mewujudkan generasi muda aktif dalam pembangunan nasional pada umumnya dan pembangunan bidang kesejahteraan sosial pada khususnya.

 

STUDI KASUS

Beasiswa Lambat, Siswa Berprestasi “Menjerit”

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pelajar yang berhasil menorehkan prestasi di kancah olimpiade internasional seyogianya berhak mendapatkan beasiswa unggulan sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Pemerintah Indonesia. Nyatanya, pelajar-pelajar berprestasi itu mengeluhkan lambannya proses pencairan beasiswa unggulan tersebut.

Lambannya pencairan beasiswa membuat para siswa berprestasi khawatir dan bingung saat hendak melanjutkan kuliah di luar negeri. Pasalnya, mereka kerap terbentur dengan situasi yang berbeda, antara menunggu pencairan beasiswa yang selalu telat atau mengikatkan diri pada suatu kontrak studi dengan universitas di luar negeri.

“Beasiswa yang dijanjikan pemerintah keluarnya selalu terlambat. Saya mendengar itu dari teman-teman yang lebih dulu mendapatkan beasiswa di luar negeri. Beasiswa kita kalah cepat cairnya dari kontrak yang ditawarkan oleh universitas di luar negeri,” kata peraih medali perunggu di Olimpiade Kimia 2009, Stephen Haniel Yuwono, Selasa (5/7/2011) malam, di Jakarta.

Siswa yang tahun ini lulus dari SMAN 1 Purwokerto itu menceritakan alasannya mengikat kontrak dengan National University of Singapore (NUS). Menurut dia, universitas di Singapura lebih proaktif mengundang siswa-siswa berprestasi untuk melanjutkan kuliah di Singapura melalui surat yang dikirim ke sekolah. Umumnya, para siswa berprestasi yang mengikat kontrak dengan universitas di luar negeri tidak berminat menunggu beasiswa dari Pemerintah Indonesia yang baru cair setelah semester pertama selesai, atau baru bisa melanjutkan kuliah pada tahun berikutnya.

“Beasiswa di Singapura memang kalah besar dari beasiswa yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia. Dari Singapura saya dapat uang saku 5.000 dollar Singapura untuk biaya hidup selama satu tahun, padahal estimasinya saya perlu 10.000 dollar Singapura untuk satu tahun. Saya harus nombok (menutupi). Namun, tak masalah karena semua sudah diurus. Kami tidak dibebankan dengan biaya kuliah dan diberi uang saku untuk biaya hidup,” tuturnya.

Sejatinya, Stephen dan pelajar Indonesia yang lainnya tidak ingin terikat kontrak dengan universitas mana pun di luar negeri. Mereka sedih dan kecewa jika dicap berkhianat karena terlibat dalam kontrak tersebut.

“Kami kecewa karena dianggap mengkhianati bangsa. Kuliah di luar negeri tidak mau pulang karena terikat kontrak beasiswa yang mengharuskan kami tinggal di luar negeri untuk beberapa waktu tertentu. Jangan salahkan kami kalau harus tidak kembali karena ada ikatan itu,”  ujarnya.

Sementara itu, Anugerah Erlaut, pelajar Indonesia lainnya yang telah lebih dulu melanjutkan studi di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, melalui beasiswa unggulan yang diberikan Pemerintah Indonesia, mengungkapkan hal senada. Mantan peraih medali emas di Olimpiade Biologi 2008 ini mengatakan, proses pencairan beasiswa unggulan dari Pemerintah Indonesia terlalu lama dan sangat terlambat. Beasiswa unggulan baru cair dua sampai tiga bulan setelah batas akhir pembayaran kuliah. Keterlambatan pencairan itulah yang membuat dirinya beberapa kali terpaksa meminjam uang dari bank di Singapura.

“Misalnya batas akhir bayar kuliah bulan September, tetapi beasiswa paling cepat baru bisa dicairkan pada Oktober. Malah ada teman-teman saya yang juga peraih medali olimpiade, tetapi belum mendapatkan beasiswa. Teman lainnya yang juga mantan peraih medali kimia hanya mendapatkan setengah dari beasiswa penuh yang dijanjikan,” katanya.

Sumber :

http://kompas.com/beasiswa-lambat-siswa-berprestasi-menjerit/

OPINI :

Menurut pendapat saya, potensi yang dimiliki oleh para siswa medali emas sangatlah baik dan harus dikembangkan dengan cara memberikan beasiswa kepadanya supaya mereka bisa menggali potensinya untuk memajukan bangsanya. Tapi dengan lambannya proses pencairan beasiswa tersebut menyebabkan mereka harus memikirkan biaya kuliah mereka, dan hal itu dapat membuat perkembangan potensi yang dimilikinya menjadi lambat. Maka dari itu, pemerintah harus mencairkan beasiswa kepada mereka tepat pada waktunya sehingga perkembangan potensi yang dimilikinya semakin cepat dan potensinya itu dapat membangun dan memajukan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: