Peranan Bahasa Indonesia dalam Penulisan Karya Ilmiah

· Bahasa Indonesia

TUJUAN PENULISAN : EKSPOSITORIS

Dalam perkuliahan semester 5 ini, saya mendapatkan Mata Kuliah “Bahasa Indonesia” dimana tujuan dari pembelajaran ini adalah mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik secara lisan dan terutama tulisan sebagai sarana pengungkap gagasan ilmiah. Berdasarkan sumber dan ketentuannya ada 9 aspek yang harus kita perhatikan, diantaranya adalah:
1. Ragam bahasa
2. Ejaan
3. Diksi
4. Kalimat
5. Alinea
6. Perencanaan penulisan karangan ilmiah
7. Kerangka karangan
8. Kutipan dan catatan kaki
9. Abstrak dan daftar pustaka

Menurut saya, kesembilan aspek di atas sangatlah penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia karena hal tersebut dapat memenuhi tujuan dari pembelajaran ini. Mengapa demikian?

Dalam membuat suatu penulisan karangan ilmiah diperlukan kata-kata yang tepat dan bersifat formal agar isi dari karangan ilmiah tersebut bisa dipahami dan dimengerti oleh pembaca sehingga tidak mengalami kerancuan dan tidak terjadi kesalahpahaman oleh pembaca dalam mentafsirkan karangan ilmiah yang Anda buat. Maka dari itu, penulis harus benar-benar mengetahui tata cara penulisannya sekaligus menguasai kata-kata dalam suatu bahasa sehingga dapat merangkai suatu kata dengan baik dan benar baik secara lisan maupun tulis.

Dalam menyampaikan suatu bahasa baik secara lisan maupun tulisan, pertama-tama penulis harus mengerti apa itu ragam bahasa dimana ragam bahasa sebagai sarana komunikasi ilmiah. Ragam bahasa ini mempunyai banyak sekali kata/bahasa yang dapat kita tulis di dalam suatu penulisan karangan ilmiah sehingga harus digunakan sesuai dengan pemakaiannya. Selain itu, penulis dalam membuat karangan ilmiah harus menggunakan kata-kata yang sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Bagaimana pun penulis harus memahami konsep dari EYD ini. Di samping itu, penulis harus bisa menempatkan suatu tanda baca dengan benar, penggunaan kata, istilah, penggunaan hufur kapital, da sebagainya. Ketika penulis benar-benar memahaminya, maka diperlukan pemilihan kata (Diksi) untuk karangan ilmiah agar kata yang kita gunakan tidak sembarangan tapi menggunakan kata yang tepat dan benar dalam penulisan maupun penyampaian secara lisan. Kata-kata yang sudah dipilih dengan baik dapat digabungkan menjadi suatu kalimat yang efektif sehingga pembaca bisa mengerti dengan mudah. Selanjutnya, harus adanya suatu alinea atau paragraf dalam penulisan ilmiah dimana alinea tersebut merupakan kumpulan dari beberapa kalimat yang dipadukan menjadi satu sehingga menghasilkan alinea yang baik dan utuh. Biasanya isinya itu merupakan pengembangan dan penggambaran dari awal/akhir kalimat sehingga lebih memudahkan pembaca untuk mengerti apa yang dimaksudkan oleh penulis.

Setelah mengerti bagaimana cara penggunaan kata yang baik dan benar baik secara lisan maupun tulisan, selanjutnya yang harus kita siapkan dalam penulisan ilmiah yaitu perencanaan penulisan karangan ilmiah. Dimana penulis harus bisa menentukan topik yang ingin dibahas dalam penulisan ilmiahnya. Lalu, membatasi topik tersebut sehingga lebih khusus dan fokus dengan apa yang ingin ditulisnya. Setelah itu, pemilihan judul dimana judul yang kita buat harus menarik dan praktis karena seringkali pembaca sebelum membacanya selalu melihat judulnya terlebih dahulu. Kemudian penentuan tujuan penulisan, bahan penulisan, kerangka karangan, dan mengetahui langkah-langkah penulisan ilmiah sehingga karangan ilmiah lebih terstruktur dan sistematis.

Selanjutnya, kita harus menyiapkan kerangka karangan dimana kerangka ini hanya memuat garis besar dari karangan yang akan dibuat/digarap. Kerangka karangan ini bertujuan agar karangan ilmiah yang kita buat bisa lebih terstruktur, sistematis, teratur, dan penulis tidak keluar dari sasaran yang sudah dirumuskan. Dalam penulisan karangan ilmiah diperlukan banyak sumber supaya karangan ilmiah tersebut bisa lengkap dan baik sehingga perlu adanya kutipan atau catatan kaki. Kutipan dan catatan kaki ini berguna untuk memperlengkapi, memperjelas dan memperkuat isi tulisan yang kita tulis dengan teori-teori yang ada dari seorang penemu atau yang lain. Kemudian dalam penulisan karangan iliah harus adanya abstrak dan daftar pusaka. Abstrak ini berisi ringkasan/sinopsis dari isi karangan ilmiah yang kita buat. Abstrak ini bertujuan untuk membantu pembaca dengan mudah untuk mengerti gambaran dari karangan ilmiah yang dibuat. Abstrak ini juga sangat penting karena pembaca setelah membaca judulnya maka ia akan membaca abstraknya sehingga harus menimbulkan kesan yang baik bagi pembaca untuk membaca karangan ilmiah yang sudah Anda buat. Di bagian akhir dari suatu karangan ilmiah yaitu daftar pusaka dimana kita harus mencatumkan spesifikasi sumber yang kita gunakan seperti dari buku, koran, internet, dan sebagainya. Penulis juga harus bisa menyusun daftar pusaka yang benar sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Ketika seseorang sudah memenuhi semua aspek di atas maka ia akan mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar baik secara lisan dan terutama tulisan sebagai sarana pengungkapan gagasan ilmiah sesuai dengan tujuan dari pembelajaran bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang baik dan benar yaitu bahasa yang digunakan harus sesuai dengan situasi kaidah bahasa baku baik kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: