SURGA BUAH DI LEITIMUR SELATAN

· Artikel

Pada bulan April yang lalu, di Pulau Sulawesi diadakan acara Festival Buah tepatnya di Taman Pattimura, kota Ambon, Maluku. Festival Buah ini merupakan salah satu cara Kantor Kecamatan Leitimur Selatan untuk mengenalkan potensi kekayaan alam di Leitimur Selatan. Banyak sekali warga dari beberapa desa yang mengikuti Festival Buah ini. Ada 8 desa di Kecamatan Leitimur Selatan yang ikut serta dalam acara ini yaitu desa Hutumuri, Hatalai, Rutong, Leahari, Hukurila, Ema, Naku, dan Kilang. Beragam jenis buah hasil dari kebun warga di kedelapan desa ini dipamerkan saat acara Festival Buah. Produk buah-buahan mereka tak hanya dipamerkan tapi juga ditawarkan untuk dicicipi oleh pengunjung sekaligus menjualnya. Mereka menjual buah-buahannya dengan harga bervariasi dari yang murah sampai yang mahal. Keuntungan dari penjualan tersebut mereka gunakan untuk kepentingan pribadi maupun bersama. Salah satu warga dari desa Hutumuri yang bernama Masohuwat membawa banyak buah dari desanyaseperti durian, manggis, rambutan, dan langsat (sejenis duku) untuk dijual dan ditaruh di salah satu stan Festival Buah di Taman Pattimura. Tak hanya menjual buah dari kebunnya sendiri tapi ditambah lagi dari petani lain di Hutumuri. Keuntungannya pun cukup besar sehingga beliau bisa mencukupi kehidupannya dan membiayai pendidikan anak-anaknya sampai kuliah. Begitu juga dengan desa yang lainnya.

Kecamatan Leitimur Selatan ini merupakan daerah terpencil di balik perbukitan yang sekaligus memisahkannya dari pusat kota Ambon di Sirimau. Dengan adanya Festival Buah ini dapat mengenalkan kekayaan alam di Leitimur Selatan sekaligus bisa menjadikan Leitimur Selatan sebagai kawasan argopolitan dan argowisata. Menurut Badan Pusat Statistik Ambon terdapat 15 jenis buah yang dapat dihasilkan dari Leitimur Selatan ini dan 3 jenis yang paling banyak yaitu durian, duku/langsat, dan nanas. Hasil panen dari kecamatan ini mencapai 599,17 ton. Pola penanamannya pun menganut system argoforestri tradisional dimana satu kawasan ditanami berbagai jenis tanaman baik buah maupun kayu yang saling menguntukngkan. Setiap 3 bulan sekali secara bergilirn mereka selalu panen dengan buah yang berbeda. Meskipun begitu, produksi tanaman belum maksimal petani di daerah Leitimur Selatan masih menggunakan penanaman tradisional, perawatan tanaman tidak intensif, peremajaan tanaman pun belum banyak karena perawatan tanaman membutuhkan biaya yang besar. Maka dari itu, Dinas Pertanian dan Kehutanan Ambon ingin mengembangkan tanaman buah dati Leitimur Selatan supaya bisa menembus pasar modern di Ambon. Dengan cara tersbut, diharapkan memacu petani untuk meremajakan dan merawat tanaman agar semakin produktif.

Sumber : Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: