SANKSI PELANGGARAN ETIKA PROFESI HAKIM

· Etika & Profesionalisme TSI
Authors

Sanksi Berdasarkan Kode Etik Hakim Pasal 9 sebagai berikut :

Sanksi Sanksi yang dapat direkomendasikan Komisi Kehormatan Profesi Hakim kepada PP IKAHI adalah :

  1. Teguran.
  2. Skorsing dari keanggotaan IKAHI.
  3. Pemberhentian sebagai anggota IKAHI.

Sanksi berdasarkan Peraturan Bersama Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial Republik Indonesia mengenai profesi Hakim Pasal 19 sebagai berikut :

  • Sanksi Terdiri dari:
  1. Sanksi Ringan
  2. Sanksi Sedang
  3. Sanksi Berat
  • Sanksi ringan terdiri dari :
  1. Teguran Lisan
  2. Teguran Tertulis
  3. Pernyataan tidak puas secara tertulis
  • Sanksi Sedang terdiri dari:
  1. Penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun
  2. Penurunan gaji selama 1(satu) kali kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun
  3. Penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun
  4. Hakim non palu paling lama 6(enam) bulan
  5. Mutasi ke pengadilan lain dengan kelas yang lebih rendah
  6. Pembatalan atau penagguhan promosi
  • Sanksi Berat terdiri dari :
  1. Pembebasan dari jabatan
  2. Hakim non palu paling lama 6(enam) bulan dan lebih dari 2(dua) tahun
  3. Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 3 (tiga) tahun
  4. Pemberhentian tetap dengan hak pension
  5. Pemberhentian dengan tidak hormat

Sumber :

https://www.academia.edu/9237071/Etika_Profesi_Hukum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: