ETIKA DALAM BERMASYARAKAT

· Etika & Profesionalisme TSI

Etika dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat adalah aturan prilaku,adat kebiasaan manusia dalam kehidupan betetangga dan bermasyarakat antara sesamadan menegaskan mana yang benar dan mana yang salah. Etika dalam masyarakat berkembang sesuai dengan adat istiadat , kebiasaan, nilai dan pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam kehidupan masyarakat. Etikayang menyoroti secara rasional dan kritis tentang apa yang diharapkan manusia mengenaisesuatu yang bernilai.
Etika sangat diperlukan dalam kehidupan sehari – hari. Seseorang yang beretika mampu mengontrol sikap dan tutur katanya terhadap orang lain. Etika yang umum berlaku disuatu Negara belum tentu dinegera lain disebut etika. Contohnya di Indonesia memberi atau menerima dengan menggunakan tangan kanan sedangkan di Negara Amerika member dan menerima dengan tangan kiri adalah hal yang wajar. Jadi etika juga timbul karena adanya lingkungan sekelilingnya. Contoh dari pada etika lainnya adalah :

  1. Tidak meludah didepan orang lain
  2. Berbahasa yang baik dan sopan
  3. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
  4. Tidak mendengarkan orang yang sedang menerangkan pelajaran
  5. Tidak berkata kasar apalagi kepada kedua orang tua
  6. Suka mencaci maki orang lain

SANKI PIDANA

Jika seorang menuduh yang tidak benar kepada orang lain di depan umum tanpa alat bukti maka  dia telah melakukan pencemaran nama baik  dan dikenakan sanki pidana sesuai dengan

Pasal 310 ayat (1) KUHP
Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

SANKSI PERDATA

Jika seorang berkata kasar kepada temannya ataupun orang di sekitarnya yang mengandung unsur penghinaan maka orang tersebut dapat terkena sanksi. Terhadap perbuatan penghinaan tersebut, Anda (sebagai korban ) juga dapat meminta ganti rugi materiil melalui gugatan perdata. Dari sisi hukum perdata, dengan bukti adanya putusan yang berkuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) mengenai pidana dimaksud, dapat diajukan gugatan perbuatan melawan hukum yang didasarkan pada ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yang dikutip sebagai berikut:

“Tuntutan perdata tentang hal penghinaan adalah bertujuan mendapat penggantian kerugian serta pemulihan kehormatan dan nama baik.”

 

 

 

SUMBER :

http://m.hukumonline.com/klinik/detail/lt507cb3304d8ae/jika-dikatai-bangsat-di-depan-orang-banyak

http://amaliamel2.blogspot.com/2012/10/etika-dalam-masyarakat.html

https://www.academia.edu/9689846/PENTINGNYA_ETIKA_DALAM_KEHIDUPAN_BERMASYARAKAT

http://www.p2kp.org/pengaduandetil.asp?mid=740&catid=6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: